Gembala Sidang: Pdt. Lukas Phang - 081345593709

e-mail: lukas_phang@yahoo.com



Hamba Tuhan:

Ev. Christine Yunita - 081345593710;

Ev. Leni Magdalena - 081395054368;

Sdra. Jubarda - 082154388162

Sdri. Yanti Chai - 082111308595

Sdri. Liu Wisda - 081352220987



Rekening Gereja: Bank MANDIRI

Cabang Singkawang No. Rek. 146-00-0563110-1

A/n: Gereja Kristen Kalimantan Barat Jemaat Singkawang Alamat Surat: Jl.Stasiun No.45 Singkawang, Kal Bar



FAX/Telp (0562) 631742 / 0878 1838 0331



Alamat Blog: http://gkkbjemaatsingkawang.blogspot.com/
Email : gkkbjemaatsingkawang@yahoo.com

Facebook: GKKB Singkawang



_________________________________________________________________________________________________

Jumat, 31 Mei 2013

Mengarungi Badai



Mengarungi Badai

Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya, . . . dan dikeluarkan- Nya mereka dari kecemasan mereka. —Mazmur 107:25,28

Bangsa Axum kuno (yang tinggal di Laut Merah di Ethiopia modern) menemukan bahwa angin badai dari 
musim penghujan dapat dimanfaatkan oleh layar kapal untuk mengarungi lautan dengan lebih cepat. Daripada gentar terhadap angin badai dan hujan yang terjadi, mereka belajar untuk berlayar dengan mengarungi badai.

Mazmur 107 memberikan suatu gambaran indah tentang bagaimana Allah mengizinkan suatu badai menerpa kita, dan kemudian menyediakan pertolongan bagi kita untuk mengarungi badai tersebut. “Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai yang meninggikan gelombang-gelombangnya, . . . dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka” (Mzm. 107:25,28).

Sikap mempercayai Allah untuk memperoleh tuntunan di masa sulit ini dipaparkan dalam Alkitab. Ibrani 11 memuat daftar banyak orang yang menggunakan masalah mereka sebagai kesempatan untuk menunjukkan iman dan mengalami anugerah, pemeliharaan, dan penyelamatan dari Allah: “yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan” (Ibr. 11:33-34).

Badai hidup memang tidak terelakkan. Meski reaksi awal kita mungkin adalah lari dari masalah, kita dapat memohon kepada Allah untuk mengajarkan kita bagaimana mempercayai-Nya untuk memandu kita dalam mengarungi badai hidup. —HDF

Ketika hidup terombang-ambing oleh badai di lautan
Dihantam kuat oleh ombak derita dan duka,
Datanglah kepada Tuhan dan percata kepada-Nya,
Dia akan memberimu damai dan kelegaan. —Sper
Lebih baik berlayar mengarungi badai bersama Kristus daripada berlayar tenang tanpa Dia.


因祂一吩咐,狂风就起来,海中的波浪也扬起……祂从他们的祸患中领出他们来。-诗篇1072528
 
在如今的衣索比亚地区,红海边缘,古时候的阿克苏姆人,已经知道如何使用季风所造成的暴风,扬帆高速航行。与其害怕狂风暴雨,他们学会如何乘风破浪。
诗篇107呈现一幅生动的画面,就是上帝允许风浪进入我们的生命,但祂会帮助我们如何去胜过风暴。「因祂一吩咐,狂风就起来……祂从他们的祸患中领出他们来。」(诗篇1072528节)

圣经常教导我们,要在苦难中信靠上帝的引领。在希伯来书11中,列出许多人将生命中的苦难视为操练信心的机会,并且经历上帝的恩典、供应和拯救:「他们因着信,制伏了敌国,行了公义,得了应许;堵了狮子的口,灭了烈火的猛势,脱了刀剑的锋刃;软弱变为刚强。」(33-34节)

生命中的风暴是不可避免的。一般来说,我们都会想逃避问题,但我们可以求上帝教导我们如何去信靠祂,让祂引领我们走出风暴。HDF

当生命如怒海起风浪,
当哀伤如波涛高万丈;
快奔向主基督信靠祂,
唯祂能赐安慰与平安。Sper

宁可随主穿越风暴,不愿无主一帆风顺。

Tidak ada komentar:

Posting Komentar